|
Semesta berkonspirasi
seolah tau,angin tiba-tiba berubah menjadi lembut seperti yang pernah kau katakan dulu
iya? bulan seperti menyoraki tertawa girang mengiringimu datang menungggangi kuda putih apa yang perlu disoraki? apa yang perlu dilembutkan dari sepasang bibir yang bahkan sudah lupa caranya tersenyum? aku lebih akrab dengan wine daripada dengan bulan atau angin yang terkadang menyimpan belati dibalik senyumnya yang menawan kita ini sepasang tangan yang dekat,tapi tak bisa saling mendekap. hanya duduk terbelenggu senyap yang menyayat tanpa ada usaha untuk lepas dari jerat aku limbung,berusaha mementahkan kenyataan darimu yang sangat mempesona tapi tak bisa aku kecup bibirnya sialnya aku kadang percaya pada konspirasi alam yang piawai memperdayai hingga aku kembali tenggelam dalam puisi,tempat dimana aku dapat mementahkan segala kecewa yang teramat mengisi 2 notes posted on May 28, 2012
|