December 2012
3 posts
October 2012
3 posts
sejenak yang ada di kamu tumpah ke tubuhku
sebasah basahnya hujan,tiada yang lebih basah dari kecupmu
geletar perasaan aneh menggeliat memenuhi rongga perasaan
berlomba-lomba menekan tombol rindu di dadaku
malam ini,senyummu seakan memiuh rasa yang telah lama karam
mengingatkan kembali akan muara yang lama tenggelam
kamu; tulisan takdir yang lama menasbihkan rasa
sejenak kuraba tembok jaman,brankas kenangan kukeluarkan
lebih asing dari yang terasing
cacat oleh kata-kata yang tak kukenali empunya
dan sesaat aku tau,inilah alasan hati membungkus dirinya sendiri
membentuk tali pati yang kebal akan gunting ucapanmu
namun disini,rinduku seperti diingatkan lagi darimana ia asalnya
bukankah dari bibirmu yang semanis biang gula?
yang dari sanalah aku belajar menabahkan hati akan pahitnya dikhianati
belajar merelakan yang aku miliki
tapi bersamaan juga kunikmati cinta semanis rengganis
perlahan aku menerka,dimana letak bahagia sesungguhnya
bersamamu? atau lepas darimu?
kulempar mata dadu,berjudi dengan nasibku sendiri
bertahun-tahun kulempar mata dadu,hasilnya tetap sama
melepasmu; muskil.
September 2012
2 posts
bau tanah sehabis hujan kembali menyergap indra penciumanku di minggu kedua bulan september ini,aku menyesapnya dalam2. dan seperi biasa,bau tanah sehabis hujan seakan mampu menyihirku untuk membuka kembali memori2 lama yang sudah tersimpan rapi dalam suau brankas di bagian otakku. terutama memori tentang kamu,seakan membludak keluar setelah dikurung sekian lama.
hari ini,aku sengaja mencuri waku disore hari untuk “mereview” semua tentang….yahh…sebut saja tentang kita. aku sengaja membawa kotak “perhiasanku”. bukan kotak perhiasan dalam arti sebenarnya,melainkan sebuah kotak yang kugunakan untuk menyimpan semua benda yang ada hubungannya dengan kamu. sengaja juga kubawa secangkir kopi,untuk jaga2 seandainya aku lepas kendali [lagi]. yah..kamu tau sendiri kan,cuma kopi yang bisa membuatku “waras”.
yang terlihat hanya tumpukan kertas yang menggunung begitu kubuka kotak itu. kuambil kertas warna ungu tua yang berada di puncak tumpukan itu. .kalau kamu masih ingat,itu adalah kertas ‘iseng’ yang kamu berikan kepadaku saat kita sama2 bosan menunggu jam kuliah usai. kertas itu isinya gambar. gambar hati acak2an yang disampingnya ada tulisan langit dan bulan,nama sayang kita. lagi2 aku tersenyum sendiri membacanya :)
kuletakkan kertas itu disampingku sembari membuka satu demi satu kertas yang lain. lembar demi lembar sama dengan tawa dan tangis yang datang bergantian. dan tiba2 mataku terpaku pada sebuah foto yang kuambil di rumah sakit. ya,foto yang kuambil di kamar 315 yang tiada lain adalah kamarmu. aku dan kamu tersenyum riang dengan selang infus dan penutup kepala sebagai aksesorimu. maaf sayang,pada saat itu aku menganggapnya lucu dan belakangan kutau bahwa kamu menyembunyikan sakit yang teramat sangat dibalik penutup kepala itu.
yang terlihat selanjutnya hanyalah foto2 berlatar belakang rumah sakit dengan kamu,aku,ayah,ibumu,kadang juga dokter sebagai modelnya. tak ada yang berubah,senyummu,cahaya di matamu,semua tetap sama, kecuali badanmu yang semakin kurus dan rambutmu yang semakin menipis. andai kamu tau betapa kangennya aku bisa membelai rambutmu lagi seperti dulu. aku kangen kamu sayang. kangeeeeeeeeen sekali. kangen yang melebihi kangen2 sebelumnya.
hampir saja aku mendial nomormu karena kangen yang tak tertahan ini ketika tiba2 kulihat sebuah foto bergambar batu nisan dengan namamu terukir di permukaannya. ardian langit ramadhan. seketika saja kenyataan menamparku [lagi]. lagi2 aku lupa bahwa kamu telah tiada,sayang. buru2 kureguk kopiku,kuntandaskan sebelum aku hilang kendali.
its been 7 years since you’re gone. 7 kali aku masih menunggumu di illy’s cafe tepat pukul 4 sore. berharap kamu datang dan membawakanku hadiah annyversary. 7 kali juga aku meminta izin pada ibumu tepat pukul 00.00 setiap tanggal 8 september untuk memberikan suprise malam2 dirumahmu,seperti yang biasa kulakukan dulu setiap kamu berulang tahun. meski aku tau kamu tak akan pernah datang,kamu tak akan pernah bangun pun untuk sekedar memelukku atau mengacak rambutmu, tapi aku tetap melakukannya.
sayang,jika kamu rindu aku, tunggu aku ditempat biasa ya? :)
*inspired by the man who can be moved - the script*
aku tak tau apa yang salah dari jarak,sejauh yang aku tau,jarak hanya sebuah bilangan yang punya arti jika disandingkan dengan suatu pelajaran,fisika.
aku tak tau jika jarak seperti belati,yang bersembunyi dibalik semua kata indah yang terlontar tadi bibirmu. bersembunyi dibalik euforia yang tercipta dari hati yang membuncah karena terlalu bahagia. dia yang ternyata mengintai disetiap malam yang kuakhiri dengan senyum. dia yang kini menusukku inchi demi inchi tubuh dan hatiku yang semua telah kuserahkan padanya.
dia mengkhianatiku,melirihkan setiap nyanyian yang dulu terdengar nyaring di telingamu. dia yang merakit sayap untukku terbang,tapi dia juga yang menembakkan peluru untuk menjatuhkanku.
terlelap tapi tak terlelap. semu yang kian mengabur. seperti berteriak di ruang hampa. sia-sia.
sebagai kita, kebersamaan itu lebih dari bahagia, bagiku. kuyakin begitu juga kamu.
aku ini geletak yang terkapar di tengah jalan bernama harapan.
aku ini petasan yang meledak2 girang lalu mati seketika karena dinginnya kenyataan
aku ini lilin kecil yang meredup karena gelap yang mengkhianatinya
aku ini,jiwa yang tak siap oleh sandungan batu bernama jarak.
setauku,jarak yang membuatmu meneguhkan hati untuk tidak melanjutkan semua rasa ini.
apakah ini benar2 definisi dari cinta tidak harus memiliki? bahkan ketika cintanya sudah di genggamanmu,tapi karena suatu hal kau harus melepaskannya.
bagai mengenggam gelas pecah,ingin kulepaskan karena aku sudah menggelepar kehabisan darah,tapi jika kulepaskan,banyak daging yang ikut terkoyak keluar dan membuatku menjerit memilukan.
mungkinkah kembali seperti dulu lagi apa yang kau dan aku yakini sebagai kita setelah jarak dan rasa bisu menghitam-pekatkan kebersamaan?
berbagai kata “seharusnya” melintas pikiranku,seharusnya kamu disini,seharusnya aku disana,seharusnya jarak tak menjadi rintangan,lalu kemudian dalam diam aku menemukan,tenyata kata “seharusnya” tak berlaku untuk kita. kini,aku tau kau yang memilih bergeser dari garisku,dan membungkam hilang kenangan itu.
seperti apa yang kau katakan dulu “kenangan itu manis untuk dijalani,tapi getir untuk diingat”
May 2012
2 posts
seolah tau,angin tiba-tiba berubah menjadi lembut
seperti yang pernah kau katakan dulu
jika angin melembut,aku datang dengan kuda putih
iya?
bulan seperti menyoraki
tertawa girang mengiringimu datang menungggangi kuda putih
apa yang perlu disoraki? apa yang perlu dilembutkan dari sepasang bibir yang bahkan sudah lupa caranya tersenyum?
aku lebih akrab dengan wine daripada dengan bulan atau angin yang terkadang menyimpan belati dibalik senyumnya yang menawan
kita ini sepasang tangan yang dekat,tapi tak bisa saling mendekap.
hanya duduk terbelenggu senyap yang menyayat tanpa ada usaha untuk lepas dari jerat
aku limbung,berusaha mementahkan kenyataan darimu yang sangat mempesona tapi tak bisa aku kecup bibirnya
sialnya aku kadang percaya pada konspirasi alam yang piawai memperdayai
hingga aku kembali tenggelam dalam puisi,tempat dimana aku dapat mementahkan segala kecewa yang teramat mengisi
memejamkan mata sejenak,menguliti rindu
merasakan setiap rajamnya yang semakin ngilu
aku menikmati setiap rasa sakit yang ditimbulkannya.
sakit tapi nyaman. seperti memeluk dan menusuk bersamaan
apalagi denganmu,rindu seperti seperti lebih berbumbu
memeluk,mengecup,menusuk,menghunus sekaligus
menghunus hingga aku terkapar penuh luka tak kasat mata
menghisap segala daya untuk sekedar kembali bernapas
menguras habis segala yang ada di dalam kelenjar air mata
tapi jemarinya,seakan mengusap wajahku penuh cinta
meyakinkan aku jika tak ada sakit yang akan ditimbulkannya
dan lagi lagi aku percaya,berdiri penuh energi untuk menyatukan elegi
membuat nada do bersatu dengan nada fa
membuat minor berdamai dengan mayor
untuk siapa lagi jika bukan untuk kamu? 5 kata penuh makna
bagai pisau bermata dua
oh aku lupa,juga untuk 4 kata yang lebih mendunia dari semesta. kamu.
April 2012
5 posts
Siapa Bilang Nulis Surat Cinta itu Kuno? Emang sekarang sudah gak zaman nulis lagi pke surat seiring berkembangnya alat komunikasi Hape dan Internet. Tapi Zaman dahulu Surat adalah media paling ampuh untuk menyampaikan Perasaan . Tak terkecuali Komposer jenius Ludwiig Van beethoven….
a-p-r-i-l
bulan keempat dari dua belas
bulan penuh cinta yang kurayakan dengan suka cita setiap tahunnya
bulan dimana bertahun-tahun lalu,tepatnya 19 tahun lalu aku menghirup udara lewat hidung untuk pertama kalinya
bulan dimana wanita bernama astuti menjadi ibu. dan pria bernama mochamad mursid menjadi tulang punggung bagi 2 manusia.
bulan dimana aku mendengar adzan untuk pertama kalinya di telinga kiriku yang diserukan oleh pria yang aku yakini sudah berjanji akan menjagaku di detik pertama aku menginjakkan kaki di dunia ini
bulan dimana ada manusia bernama aku,larasati.
bulan yang aku yakini menjadi bulan paling bersejarah dalam hidup sepasang suami istri yang kini kusebut ayah dan ibu
bulan paling krusial dalam hidupku. bulan dimana aku serba melakukan hal perdana.
mengangis perdana,tertawa perdana,terjatuh perdana,melihat perdana,semua serba “pertamax gan!”
dan ini adalah bulan april ke 19 yang berhasil aku lewati,tanpa kurang suatu apapun karena doa ayah dan ibu yang selalu mengalir kepadaku sampai detik ini. juga atas rizki dan karunia dari Dzat yang namanya selalu aku agungkan disetiap sujudku,Allah SWT.
banyak hal yang telah kulalui dari april pertama,kedua,sampai april kesembilanbelas ini. ribuan kali aku terjatuh,ribuan kali pula aku bangkit dan kembali belajar. ribuan kali aku menangis,ribuan kali pula aku menyeka air mataku dan kembali tersenyum.
dari april ke april,aku bertambah dewasa. melihat dunia tidak hanya dari dua sisi saja. tidak hanya merasakan asam garam,tapi juga pahit manis kesat getir. mulai menyadari bahwa ada 2 orang di dunia ini yang wajib aku bahagiakan,wajib aku junjung tinggi,wajib aku turuti perintahnya,dan wajib aku jaga jaga kehormatannya selama aku masih bernafas. ya,ayah dan ibuku.
entah berapa april lagi yang bisa aku lewati,tapi yang pasti akan selalu aku syukuri setiap april yang datang padaku,dengan doa yang tak pernah terputus demi aku yang lebih baik di april berikutnya.
selamat bulan april,selamat menikmati canda tawa yang tak pernah lepas menghiasi mega! :)
March 2012
3 posts
pagi ini,ketika aku menyibakkan tirai kamarku dan aku melihat hamparan rumput bergoyang perlahan ditiup angin. aku membuka jendela,seketika angin juga menggoyangkan rambutku. aku terpejam menikmati susana yang kuanggap inidah ini. biarlah aku sejenak melupakan beban yang menggelayut di hati.
aku baru membuka mata ketika tiba2 kurasakan angin bertiup semakin kencang,rumput2 bergoyang tidak karuan,matahari berubah menjadi mendung gelap. aku menjerit,aku panik. suasana semakin mengerikan hingga akhirnya semua mereda. memang sudah tak ada angin yg bertiup kencang,tak ada mendung gelap,rumput juga tak menggila bergiyang2. tapi semua lenyap. ya,semuanya.
ber kwintal2 batu serasa menjatuhiku,aku oleng,rubuh. dan seketika tersadar kalau itu hanyalah fatamorgana. tak ada angin semilir,tak ada pagi yang cerah,tak ada rumput yang bergoyang perlahan. aku kembali ke alam 3 dimensi,dimana semua nyata,begitu juga penderitaan.
bayanganmu kembali menamparku saat itu juga. oh bukan..bukan bayanganmu saja,tapi bayanganmu dan dia. dia itu siapa? apakah sudah ada ketika aku dan kamu masih menjadi kita?
itu sudah yang kedua bukan? aku ragu apa berganti pujaan hati semudah berganti baju bagimu? aku disini masih sibuk menata hati yang hancur lebur diobrak abrik olehmu,kau sudah bersama dia2 yang baru. aku masih sering menangis tengah malam karenamu. sedangkan kau,bepuluh2 wanita yang dikabarkan dekat denganmu. ironi memang. entah kau yang keterlaluan atau aku yang keterlaluan? keterlaluan bodoh.
tak ada yang mengingatkan aku kalau aku sempat “memiliki” kamu kecuali sebaris pesan singkat yang pastinya kau tau. walaupun terkesan tak tau malu,tapi aku masih menunggumu.
rumput akan selalu bergoyang setiap pagi,angin akan selalu bergerak membelai rambutku yang beberapa menit kemudian berubah menjadi mendung gelap dan kemudian hilang tak berbekas. tak apa,aku akan setia membuka jendela setiap pagi,meski yang kuterima hanya fatamorgana. seperti yang sempat kukatakan padamu dulu,aku rela berpeluh untukmu.
#playing : the only exception#
hari ini,detik kembali menamparku. seketika itu juga ketika aku tak sengaja melihat “duniamu”. aku belum bisa “beranjak”,terpaksa aku mengakuinya.
berkali2 aku coba bohongi hati. berkali2 meyakinkan kalau kamu bukan yg terbaik untuk aku,kalau aku bisa tersenyum tanpa kamu. selama itu aku yakin,at least saat itu lah. tapi kenyataan kembali menyentil hatiku,memberikan fakta sesungguhnya jika aku memang belum bisa “beranjak” dari kamu.
kenyataan yg pahit melihat kamu sudah bersama yg baru sementara aku masih mengharap ada “jejak rasa” yang tertinggal di kamu sehingga membuatmu merengkuh pundakku kembali. tapi mimpi hanya mimpi,ingin hanya ingin. tidak akan menjadi kenyataan.
the only exception masih menjadi the most played hp ku,melihat video konyolmu masih menjadi rutinitas sebelum tidur,semua kata2mu masih terekam baik di otak,rasa yg pernah kau berikan masih melekat di hati. semua yg indah bagai rol film hitam putih dan berdebu,semakin memantapkan kalau semua itu memang hanya terjadi di masa lampau. lalu apalagi yang bisa kulakukan selain menghidupkanmu kembali lewat sajak2 ini? dan bertingkah seolah2 kamu masih menggenggam tanganku?
maka dari itu aku sangat menyukai sajak. karena di tempat inilah aku bisa “memainkan” mu sesuka hati,bersikap seolah2 kamu masih merangkul pundakku dan mengecup keningku setiap malam sebelum tidur,seperti dulu. hingga aku lupa “beranjak” dari kamu,hingga waktu merelakanku “beranjak” dari kamu.
February 2012
15 posts
dear you,
menengadahkan kepala ke langit,melihat bintang-bintang
ku tangkupkan tangan,berdoa kepada sang pencipta langit semoga kau melihat bintang yang sama denganku
bintang yang kerlipnya seindah kerling matamu,seterang hatimu.
rasa ini kian menggelitik,menggoda jiwa untuk menambatkan hati dan pandangan pada salah satu magnet terbesar yang telah diciptakan tuhan di dunia ini,senyummu. namamu,merajai setiap mimpi,bergema dan bergaung di setiap sudut telinga,mengasilkan simfoni indah yang lebih indah dari karya-karya mozart sekalipun. seakan membuat aku yakin,menenggak arak bergelas-gelas pun tak bisa mengalahkan mabuknya jiwa ini bila dibandingkan dengan melihat sekilas senyummu.
tak lupa kugantungkan harapan pada kerlipnya bintang-bintang nun jauh disana,semoga terangnya seterang matamu saat membaca sajak-sajak penuh cinta yang kutuliskan malam ini. memang tak sebagus shakespare,tapi aku berjanji di setiap goresan kata-kata ini ada cinta,rindu,tulus,dan sayang yang setiap detiknya selalu tercurah untukmu.
have a nice dream :)
