seolah tau,angin tiba-tiba berubah menjadi lembut
seperti yang pernah kau katakan dulu
jika angin melembut,aku datang dengan kuda putih
iya?
bulan seperti menyoraki
tertawa girang mengiringimu datang menungggangi kuda putih
apa yang perlu disoraki? apa yang perlu dilembutkan dari sepasang bibir yang bahkan sudah lupa caranya tersenyum?
aku lebih akrab dengan wine daripada dengan bulan atau angin yang terkadang menyimpan belati dibalik senyumnya yang menawan
kita ini sepasang tangan yang dekat,tapi tak bisa saling mendekap.
hanya duduk terbelenggu senyap yang menyayat tanpa ada usaha untuk lepas dari jerat
aku limbung,berusaha mementahkan kenyataan darimu yang sangat mempesona tapi tak bisa aku kecup bibirnya
sialnya aku kadang percaya pada konspirasi alam yang piawai memperdayai
hingga aku kembali tenggelam dalam puisi,tempat dimana aku dapat mementahkan segala kecewa yang teramat mengisi
memejamkan mata sejenak,menguliti rindu
merasakan setiap rajamnya yang semakin ngilu
aku menikmati setiap rasa sakit yang ditimbulkannya.
sakit tapi nyaman. seperti memeluk dan menusuk bersamaan
apalagi denganmu,rindu seperti seperti lebih berbumbu
memeluk,mengecup,menusuk,menghunus sekaligus
menghunus hingga aku terkapar penuh luka tak kasat mata
menghisap segala daya untuk sekedar kembali bernapas
menguras habis segala yang ada di dalam kelenjar air mata
tapi jemarinya,seakan mengusap wajahku penuh cinta
meyakinkan aku jika tak ada sakit yang akan ditimbulkannya
dan lagi lagi aku percaya,berdiri penuh energi untuk menyatukan elegi
membuat nada do bersatu dengan nada fa
membuat minor berdamai dengan mayor
untuk siapa lagi jika bukan untuk kamu? 5 kata penuh makna
bagai pisau bermata dua
oh aku lupa,juga untuk 4 kata yang lebih mendunia dari semesta. kamu.
Siapa Bilang Nulis Surat Cinta itu Kuno? Emang sekarang sudah gak zaman nulis lagi pke surat seiring berkembangnya alat komunikasi Hape dan Internet. Tapi Zaman dahulu Surat adalah media paling ampuh untuk menyampaikan Perasaan . Tak terkecuali Komposer jenius Ludwiig Van beethoven….
a-p-r-i-l
bulan keempat dari dua belas
bulan penuh cinta yang kurayakan dengan suka cita setiap tahunnya
bulan dimana bertahun-tahun lalu,tepatnya 19 tahun lalu aku menghirup udara lewat hidung untuk pertama kalinya
bulan dimana wanita bernama astuti menjadi ibu. dan pria bernama mochamad mursid menjadi tulang punggung bagi 2 manusia.
bulan dimana aku mendengar adzan untuk pertama kalinya di telinga kiriku yang diserukan oleh pria yang aku yakini sudah berjanji akan menjagaku di detik pertama aku menginjakkan kaki di dunia ini
bulan dimana ada manusia bernama aku,larasati.
bulan yang aku yakini menjadi bulan paling bersejarah dalam hidup sepasang suami istri yang kini kusebut ayah dan ibu
bulan paling krusial dalam hidupku. bulan dimana aku serba melakukan hal perdana.
mengangis perdana,tertawa perdana,terjatuh perdana,melihat perdana,semua serba “pertamax gan!”
dan ini adalah bulan april ke 19 yang berhasil aku lewati,tanpa kurang suatu apapun karena doa ayah dan ibu yang selalu mengalir kepadaku sampai detik ini. juga atas rizki dan karunia dari Dzat yang namanya selalu aku agungkan disetiap sujudku,Allah SWT.
banyak hal yang telah kulalui dari april pertama,kedua,sampai april kesembilanbelas ini. ribuan kali aku terjatuh,ribuan kali pula aku bangkit dan kembali belajar. ribuan kali aku menangis,ribuan kali pula aku menyeka air mataku dan kembali tersenyum.
dari april ke april,aku bertambah dewasa. melihat dunia tidak hanya dari dua sisi saja. tidak hanya merasakan asam garam,tapi juga pahit manis kesat getir. mulai menyadari bahwa ada 2 orang di dunia ini yang wajib aku bahagiakan,wajib aku junjung tinggi,wajib aku turuti perintahnya,dan wajib aku jaga jaga kehormatannya selama aku masih bernafas. ya,ayah dan ibuku.
entah berapa april lagi yang bisa aku lewati,tapi yang pasti akan selalu aku syukuri setiap april yang datang padaku,dengan doa yang tak pernah terputus demi aku yang lebih baik di april berikutnya.
selamat bulan april,selamat menikmati canda tawa yang tak pernah lepas menghiasi mega! :)
pagi ini,ketika aku menyibakkan tirai kamarku dan aku melihat hamparan rumput bergoyang perlahan ditiup angin. aku membuka jendela,seketika angin juga menggoyangkan rambutku. aku terpejam menikmati susana yang kuanggap inidah ini. biarlah aku sejenak melupakan beban yang menggelayut di hati.
aku baru membuka mata ketika tiba2 kurasakan angin bertiup semakin kencang,rumput2 bergoyang tidak karuan,matahari berubah menjadi mendung gelap. aku menjerit,aku panik. suasana semakin mengerikan hingga akhirnya semua mereda. memang sudah tak ada angin yg bertiup kencang,tak ada mendung gelap,rumput juga tak menggila bergiyang2. tapi semua lenyap. ya,semuanya.
ber kwintal2 batu serasa menjatuhiku,aku oleng,rubuh. dan seketika tersadar kalau itu hanyalah fatamorgana. tak ada angin semilir,tak ada pagi yang cerah,tak ada rumput yang bergoyang perlahan. aku kembali ke alam 3 dimensi,dimana semua nyata,begitu juga penderitaan.
bayanganmu kembali menamparku saat itu juga. oh bukan..bukan bayanganmu saja,tapi bayanganmu dan dia. dia itu siapa? apakah sudah ada ketika aku dan kamu masih menjadi kita?
itu sudah yang kedua bukan? aku ragu apa berganti pujaan hati semudah berganti baju bagimu? aku disini masih sibuk menata hati yang hancur lebur diobrak abrik olehmu,kau sudah bersama dia2 yang baru. aku masih sering menangis tengah malam karenamu. sedangkan kau,bepuluh2 wanita yang dikabarkan dekat denganmu. ironi memang. entah kau yang keterlaluan atau aku yang keterlaluan? keterlaluan bodoh.
tak ada yang mengingatkan aku kalau aku sempat “memiliki” kamu kecuali sebaris pesan singkat yang pastinya kau tau. walaupun terkesan tak tau malu,tapi aku masih menunggumu.
rumput akan selalu bergoyang setiap pagi,angin akan selalu bergerak membelai rambutku yang beberapa menit kemudian berubah menjadi mendung gelap dan kemudian hilang tak berbekas. tak apa,aku akan setia membuka jendela setiap pagi,meski yang kuterima hanya fatamorgana. seperti yang sempat kukatakan padamu dulu,aku rela berpeluh untukmu.
#playing : the only exception#
hari ini,detik kembali menamparku. seketika itu juga ketika aku tak sengaja melihat “duniamu”. aku belum bisa “beranjak”,terpaksa aku mengakuinya.
berkali2 aku coba bohongi hati. berkali2 meyakinkan kalau kamu bukan yg terbaik untuk aku,kalau aku bisa tersenyum tanpa kamu. selama itu aku yakin,at least saat itu lah. tapi kenyataan kembali menyentil hatiku,memberikan fakta sesungguhnya jika aku memang belum bisa “beranjak” dari kamu.
kenyataan yg pahit melihat kamu sudah bersama yg baru sementara aku masih mengharap ada “jejak rasa” yang tertinggal di kamu sehingga membuatmu merengkuh pundakku kembali. tapi mimpi hanya mimpi,ingin hanya ingin. tidak akan menjadi kenyataan.
the only exception masih menjadi the most played hp ku,melihat video konyolmu masih menjadi rutinitas sebelum tidur,semua kata2mu masih terekam baik di otak,rasa yg pernah kau berikan masih melekat di hati. semua yg indah bagai rol film hitam putih dan berdebu,semakin memantapkan kalau semua itu memang hanya terjadi di masa lampau. lalu apalagi yang bisa kulakukan selain menghidupkanmu kembali lewat sajak2 ini? dan bertingkah seolah2 kamu masih menggenggam tanganku?
maka dari itu aku sangat menyukai sajak. karena di tempat inilah aku bisa “memainkan” mu sesuka hati,bersikap seolah2 kamu masih merangkul pundakku dan mengecup keningku setiap malam sebelum tidur,seperti dulu. hingga aku lupa “beranjak” dari kamu,hingga waktu merelakanku “beranjak” dari kamu.